Saturday, March 24, 2007

DIGITAL PHOTO OF THE DAY

JURNALISTIC PHOTOGRAPHY
Photo by: http://solihin-photo.blogspot.com

Camera : Canon PowerShot G5
Shutter speed: 1/640
Aperture / f : 8
ISO/ASA: 100
Flash: flash did not fire (off)
White balance : Auto WB
Location: Surabaya, East Java, Indonesia

Editor Note: Foto diatas diambil ketika SEMBURAN LUMPUR PANAS Lapindo belum parah seperti saat ini. Banyak pengunjung yang ingin melihat secara langsung semburan lumpur panas, namun mereka juga kudu hati-hati. Sampai saat ini korban semburan lumpur panas lapindo masih tidak tahu mau kemana, banyak yang tinggal di pengungsian dan ada juga yang masih memperjuangkan hak ganti rugi atas tanah mereka yang tenggelam. Kemanakah perasaan kita terhadap mereka??? Coba, bayangkan kalau keluarga kita yang terkena!!! Anda bisa melihat foto-foto lainnya di MY PORTFOLIO

Friday, March 23, 2007

DIGITAL PHOTO OF THE DAY

HUMAN INTEREST PHOTOGRAPHY
Photo by: http://solihin-photo.blogspot.com

Camera : Canon EOS 350D DIGITAL
Shutter speed: 1/25
Aperture / f : 5.6
Exposure mode: Auto exposure / AV priority
ISO/ASA: 400
Metering mode: Pattern
Flash: flash did not fire (off)
Lens : 18 - 55 mm
White balance : Auto WB
Location: Senori, Tuban, East Java, Indonesia

Editor note: Foto diatas merupakan aktifitas penjual makanan tradisional. Kondisi sebenarnya saat itu memotret sekitar pukul 5 pagi masih sedikit gelap, sehingga pencahayaan memerlukan speed rendah. Waktu itu saya tidak membawa tripod dan tidak menunggu sampai mentari terbit, lantaran terburu-buru. Disinilah kesabaran untuk menunggu moment ataupun pencahayaan yang tepat diperlukan.

Wednesday, March 21, 2007

KAMERA MEDIUM FORMAT

Kamera Medium Format merupakan kamera yang biasanya menggunakan rollfilm. Besarnya format film pada kamera ini ditentukan oleh panjang foto yang direkam diatas kamera. Pada umumnya format film pada Kamera Medium Format dimulai dari format film 4,5X6, 6X6, 6X7, 6X8, 6X9, atau ada juga panorama kamera dengan format sampai dengan 6X17.

Pada umumnya pemakaian kamera dengan format ini jarang sekali ditemui pada kebanyakan penggemar fotografi, ini dikarenakan harga film serta pencetakan film yang agak mahal dibandingkan dengan kamera jenis SLR. Kelebihan dari kamera medium format ini adalah pada kualitas hasil foto yang bisa dicetak dengan ukuran besar, sehingga kebanyakan kamera ini dipakai untuk tujuan komersial atau reproduksi seperti foto untuk pemasangan iklan di poster, baliho, billboard, dsb.

Sementara itu ada juga kekurangan atau hambatan dari pemakaian kamera jenis ini, yaitu harga peralatan yang relatif mahal, adanya keterbatasan dalam depth of field (DOF) pada lensa dengan sudut gambar yang sama. contohnya pada kamera SLR anda memerlukan lensa 35mm untuk mendapatkan kurang lebih sudut pemotretan sekitar 80 derajat, untuk mencapai sudut pemotretan yang sama anda harus memakai lensa 65mm pada kamera medium format dengan format film 6X6. Tentunya anda bisa membayangkan dengan lensa 65mm anda mempunyai daerah depth of field yang lebih kecil dibandingkan lensa 35mm, akibatnya untuk mendapatkan daerah DOF yang setara dengan lensa SLR harus memilih rana yang lebih besar dan konsekuensinya harus menyesuaikan kecepatan pencahayaan (lebih rendah dari kamera SLR) yang tentunya pada motif tertentu sangat menghambat pemotretan.

Dengan menggunakan kamera medium format, setidaknya anda belajar untuk berpikir sebelum memotret apakah motif serta pencahayaan yang anda pilih sesuai, karena bila salah memprediksikan akan membuang film yang mana harga film kamera medium format ini lebih mahal. Dibandingkan dengan kamera yang menggunakan Film format 135, harganya relatif murah dan maximal motret sampai 36 frame dalam satu rolfilm, sementara film format 120 untuk kamera medium format dengan format 6X6 hanya dapat memotret sebanyak 12 frame. Ingin mencoba beralih ke pemotretan dengan kamera medium format ?

STORY ABOUT DIGITAL KAMERA

Pembuatan kamera digital mulai marak sejak awal tahun 1990-an, namun dari kamera-kamera yang dihasilkan belum ada yang layak pakai. Masalah yang timbul adalah resolusi. Di awal tahun 1990-an, resolusi kamera digital masih jauh dibawah 1 megapixel. Sebagai gambaran, untuk membuat foto seukuran majalah, paling tidak dibutuhkan kamera dengan kemampuan rekam 2 megapixel.

Pada tahun 1994, fuji bekerjasama dengan Nikon meluncurkan Fuji-Nikon E-2. kamera ini secara umum sudah mencukupi kebutuhan jurnalisitik, yaitu sekitar 1,3 megapixel. Foto yang dihasilkan disimpan dalam sebuah kartu hardisk PCMCIA.

Kalau membicarakan kekurangan kamera E-2, juga E-2S, adalah pada sarana penyimpanaannya yang terbatas. Maka, setelah kartu-kartu memori berkapasitas tinggi muncul, juga setelah resolusi kamera digital meningkat tajam, era digital memang seperti tidak punya rem lagi.

Saat ini, kamera digital dari yang untuk keperluan sehari-hari dengan resolusi 1 M samapi kamera yang resolusinya belasan Megapixel ada di pasaran. Sarana penyimpanan foto pun sudah hampir tidak ada batas karena flash card berkapasitas 8 gigabyte sudah dibuat.

Dengan beralihnya fotografi konvensional ke digital, banyak sekali hal yang dimudahkan. Kini kita tidak disibukkan lagi dengan penyimpanan negatif film/slide yang sangat banyak. Dalam satu rol film isi 36, belum tentu ke-36 frame disana berguna. Tapi biasanya frame-frame tidak berguna itu terpaksa tetap disimpan untuk keutuhan film itu sendiri agar rapi dan tidak tercerai-berai. Dalam fotografi digital, kita bisa hanya menyimpan yang diperlukan. Saat mencari yang kita butuhkan pun, dengan bantuan fasilitas search, sebuah foto digital sangat mudah ditemukan lagi.

Selain itu, negatif atau slide (terutama yang berwarna) akan mengalami degradasi mutu dan warna sejalan dengan waktu sebagus apapun kita menyimpannya. Foto digital, selama sarana penyimpanannya tidak rusak, tetap mempunyai data seperti saat pemotretan. Warna foto digital karena disimpan dalam bentuk angka, tetap bertahan sampai kapanpun.

Sebagai gambaran kepraktisan foto digital, bisa dilihat perbandingan ini. Seratus foto konvensional ukuran kartu pos membutuhkan tempat penyimpanan kira-kira sebesar 10x15x3 cm. Sedangkan dalam bentuk data digital, 100 foto ukuran kartu pos itu tidak sampai memenuhi setengah kapasitas sebuah CD 700 MB dengan pemadatan normal.

DIGITAL PHOTO OF THE DAY

COMPANY PROFILE PHOTOGRAPHY
Photo by: http://solihin-photo.blogspot.com

Camera : Minolta DiMAGE 7 Hi
Shutter speed: 1/30
Aperture / f : 3.5
Exposure mode : Manual
ASA/ISO : 200
Flash : Flash fired (on)
White balance : Auto WB
Focal Length : 28 mm
Metering mode : Pattern
Location : Class of modelling school, Surabaya, East Java, Indonesia.

Editor note: Foto diatas merupakan gambaran foto suasana dalam kelas, seberapa banyak peserta yang hadir dan bagaimana seorang instruktur beraksi. Untuk dapat menggambarkan semua peserta kelas, saya mengambil gambar dari atas (dengan naik kursi) agar peserta dapat masuk semuanya di frame. Dan menunggu aksi dari seorang instruktur agar lebih hidup.